Dulu waktu gue masih kecil, gue amat sangatlah tergila-gila sama cerita seri Rumah Masa Depan, dulu pernah ada serialnya di TVRI kala masih keren, tahun 80an. Inget Mak Uwo? Nah, beliau adalah salah satu tokoh di serial tersebut. Ceritanya ada sekeluarga yang tinggal di pinggir danau Cibeureum, Jawa Barat, dan beda dengan sinetron masa kini yang ceritanya berlomba-lomba mempertontonkan kehidupan metropolis, Rumah Masa Depan menceritakan kehidupan yang masih sederhana, asri banget, dan penuh nilai-nilai moril yang gue jamin, kalau ada di sinetron masa kini, pasti dikatain 'ndeso'. Nah, serial ini kemudian juga dibukukan, jadi kita yang nggak mengalami jaman-jaman kejayaan TVRI itu tetap bisa ngikutin kisah Rumah Masa Depan. Ya iyalah, ini serial adanya tahun 1985! Gue? Lahir aja baru tahun 1989.. Nih, buat yang penasaran coba buka link : http://lapanpuluhan.blogspot.com/2006/10/rumah-masa-depan.html
Tiba-tiba kangen banget nonton TVRI pas kecil dulu. Dunia Dalam Berita jam 7 malem, Berpacu Dalam Melodi, terus diteriakkin Ibu karena jam 9 malem udah harus tidur. Hihihi.
Mesin waktu oh mesin waktu, coba ada yaa.
Senin, 27 Agustus 2007
Kamis, 23 Agustus 2007
Kepepet = Kompak!
Kadang-kadang gue suka terperangah sendiri kalau ngeliat betapa mudahnya sebuah kesolid-an terbentuk diantara orang-orang yang sama-sama sial.
Iya gak sih? Jauh lebih mudah kompak kalau sama-sama kepepet. Mungkin karena dalam keadaan kepepet, terjepit, stuck, sial, atau apalah, kita hanya punya satu tujuan bersama, yaitu gimana supaya gak sial lagi, jadi gak ada ribut-ribut, banyak cingcong, gak ada perdebatan, langsung deh kompak!
Mungkin karena itu jugalah ada yang namanya ospek, ldk, penataran, dsb pada berbagai tingkat institusi di Indonesia. Banyak banget yang bilang kalau kegiatan-kegiatan seperti ini udah basi dan gak berguna, hmm, tapi perhatikan dari sisi mana opini-opini ini berasal?
Yak! Betul! Dari yang sedang mengalami. Dari yang lagi 'tertindas'. Dan mereka hanya mengeluhkan segala macam bentuk intimidasi yang diterima. Hmm, tapi sadar gak sih? Hal ini tuh gak lain untuk membentuk kekompakkan! Dan kalaupun memang ada semacam kesenangan bagi si pengintimidasi.. well, namanya juga senior yaa =) hahaha. Tapi percaya deh, itu kan bukan kepribadian asli mereka..
Gue sendiri baru aja selesai ospek. Dan pas ospek sendiri gue juga mengutuk para senior yang kadang-kadang memerintahkan sesuatu yang agak nonsense, seperti lari-lari di tangga yang licin. Astaga, kalau diteriakin atau diomelin karena bawa hal-hal yang gak ada korelasinya ama ospek, yah okelah. Tapi disuruh lari-lari di tangga, bukannya bahaya yaaa?
Yah, pokoknya, hal-hal seperti itu memang sangatlah efektif buat menggalang kekompakkan. Sayangnya oh sayangnya, kenapa harus begitu ya? Kenapa harus diteriakkin, diintimidasi, dan merasa kepepet bersama baru bisa nyatu ya?
Selalu begitu. Makanya mungkin ospek dkk cuma ada di negara kita kali ya?
Apa memang harus begitu? Apa harus tertindas bersama dulu baru bersatu? Lalu, apa harus terjajah lagi dulu baru bisa bersatu?
eine aufklarung, kamis 23agustus2007
SELAMAT ULANG TAHUN INDONESIAKU!
Iya gak sih? Jauh lebih mudah kompak kalau sama-sama kepepet. Mungkin karena dalam keadaan kepepet, terjepit, stuck, sial, atau apalah, kita hanya punya satu tujuan bersama, yaitu gimana supaya gak sial lagi, jadi gak ada ribut-ribut, banyak cingcong, gak ada perdebatan, langsung deh kompak!
Mungkin karena itu jugalah ada yang namanya ospek, ldk, penataran, dsb pada berbagai tingkat institusi di Indonesia. Banyak banget yang bilang kalau kegiatan-kegiatan seperti ini udah basi dan gak berguna, hmm, tapi perhatikan dari sisi mana opini-opini ini berasal?
Yak! Betul! Dari yang sedang mengalami. Dari yang lagi 'tertindas'. Dan mereka hanya mengeluhkan segala macam bentuk intimidasi yang diterima. Hmm, tapi sadar gak sih? Hal ini tuh gak lain untuk membentuk kekompakkan! Dan kalaupun memang ada semacam kesenangan bagi si pengintimidasi.. well, namanya juga senior yaa =) hahaha. Tapi percaya deh, itu kan bukan kepribadian asli mereka..
Gue sendiri baru aja selesai ospek. Dan pas ospek sendiri gue juga mengutuk para senior yang kadang-kadang memerintahkan sesuatu yang agak nonsense, seperti lari-lari di tangga yang licin. Astaga, kalau diteriakin atau diomelin karena bawa hal-hal yang gak ada korelasinya ama ospek, yah okelah. Tapi disuruh lari-lari di tangga, bukannya bahaya yaaa?
Yah, pokoknya, hal-hal seperti itu memang sangatlah efektif buat menggalang kekompakkan. Sayangnya oh sayangnya, kenapa harus begitu ya? Kenapa harus diteriakkin, diintimidasi, dan merasa kepepet bersama baru bisa nyatu ya?
Selalu begitu. Makanya mungkin ospek dkk cuma ada di negara kita kali ya?
Apa memang harus begitu? Apa harus tertindas bersama dulu baru bersatu? Lalu, apa harus terjajah lagi dulu baru bisa bersatu?
eine aufklarung, kamis 23agustus2007
SELAMAT ULANG TAHUN INDONESIAKU!
Langganan:
Postingan (Atom)