Nggak ada obat lebih mujarab untuk semua prahara hidup, kecuali nulis. Hal ini yang akhirnya, di suatu hari yang cerah di awal bulan Juli 2023, bikin saya terinspirasi untuk kembali menghidupkan blog ini. Harusnya judulnya bukan anamnesis lagi, tapi resurrection. Tapi gak apa-apa, anggap si manusiadaribulan (sebuah judul blog yang rasanya labil, kadang bikin malu, tapi harap maklum karena ini nama yang dicetuskan remaja usia 18 tahun yang dulunya gagu dan ngerasa punya nyali kalau bulan lagi terang benderang aja) ini akhirnya sembuh dari sakitnya. Ibarat anamnesis yang sesungguhnya, malam ini dia sedang berusaha menilik kembali apa saja riwayat sakit yang bisa bikin dia lumpuh menulis.
Padahal kalau dipikir-pikir, blog ini sudah lebih dari 15 tahun umurnya. Nggak hebat-hebat amat sih, tulisannya juga nggak banyak dan seringnya cuma serak-serakan kutipan buku, film, atau lagu saja. Tapi dalam 15 tahun terakhir ini, ternyata sudah banyak betul yang terjadi. Dari awalnya cuma bisa nulis di blog kalau laptop kakak sepupu nganggur nggak dipakai, sekarang sudah bisa nulis dari laptop sendiri tanpa rasa deg-degan takut laptopnya mau dipakai. Dari segi playlist saat menulis sih jelas nggak berubah, yang selalu membuat saya bengong sebentar tiap lagi nulis (#np Ari-Reda, Akulah si Telaga, yang selalu bikin penasaran apakah Sapardi Djoko Damono punya sinestesia juga karena bisa membayangkan harumnya cahaya?). Selalu, akhirnya kembali dipanggil ke sini, seakan halaman putih blogspot yang layoutnya udah lama banget nggak ganti-ganti ini punya kekuatan AI yang mistis untuk memanggil jiwa-jiwa blogger yang tersesat lama di rutinitas berisi laporan, Zoom meeting, grup Whatsapp, cuci baju, dan pekerjaan-pekerjaan lainnya.
Karena itu, saya kembali. Nama blog-nya nggak usah diganti, biar nggak lupa sama betapa katronya diri ini dari dulu sampai sekarang. Masih diri yang sama, yang berusaha untuk konsisten merancang kejadian-kejadian fiktif di dalam kepalanya yang padahal nggak akan kejadian sampai kapan pun juga, sambil berpura-pura menjadi makhluk bumi yang produktif.