Senin, 25 Juni 2012

Alright, then.

Don't look away, don't lose your faith, don't run away,
Baby, it's only life.
- Kate Voegele 

Senin, 11 Juni 2012

What they filmed about in 1989 was actually....


... truth. Somehow I imagine that if someone dare to ask me the holy question one more time, I'd go banging my head to concrete walls and mumbling Allen Ginsberg's Howl. (Should I take that risk--or just smile?)

Well I guess only John Cusack can say anything in Say Anything.

Senin, 04 Juni 2012

Di Tengah Sekian Milyar Dunia Diam

"Pernahkah anda bertanya diri, darimana anda dapat bertanya diri? Betapa menakjubkan makhluk yang dapat berpikir, merefleksi, mengambil keputusan sendiri, merdeka dari kepastian nasib, merancang, berkreasi, bahkan semakin mencerdaskan kecerdasannya sendiri. Sampai seolah-olah tiada tabir dan rahasia semesta yang akhirnya tidak jatuh dalam daya tangkap si dia yang disebut manusia itu. Namun dari pihak lain, manusia yang gilang-gemilang itu, yang bangga menyatakan diri abdullah bahkan putra-putri angkat Tuhan, yang hanya dalam 500 tahun tradisi sains dan teknologi telah berhasil menjangkau jauh ke sekian milyar tahun-cahaya titik awal dan batas-batas luar kosmos makro, dia yang menyusup ke dalam se-per-sekian-milyar mikromilimeter sub-atom, pada waktu yang sama harus menanggalkan busana kebesarannya lapis demi lapis. "

Dari dulu saya punya kebiasaan untuk menilai bagus atau tidaknya buku dari paragraf pertamanya. Paragraf di atas membuka bab pertama dari Putri Duyung yang Mendamba, yang ditulis oleh Romo Mangun di tahun 1987. Judul bab-nya saja langsung membuat bola mata saya kepincut setengah mati: Di Tengah Sekian Milyar Dunia Diam. Buku ini tidak tebal, cukup untuk dicolong pinjam dari seorang teman dan dibaca selama perjalanan dari Jakarta ke Jogja dengan kereta. Sisa waktunya? Lebih dari cukup untuk dipakai bengong dan memandang kosong kepada langit.

"Jangan-jangan, ya, jangan-jangan semesta canggih ini bukan semacam mesin, tetapi sebentuk intelegensi."