Kamis, 31 Januari 2008

Google Search = Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur

Deborah. Itu nama bus yang melaju dengan kecepatan-di-atas-normal setiap harinya dan memiliki kapasitas mengangkut penumpang yang pantas masuk acara snapshot di metro tv, belum lagi ditambah kernet-kernet amoral! (pardon my language)

Nah, bus yang rutenya sehari-hari adalah Lebak Bulus-Depok ini adalah bus yang, sayangnya, gue butuhkan keeksisannya di hari-hari ketika tidak-ada-tebengan, atau (sok) lagi pengen menikmati langit pagi yang mendung dan (sok) menolak tawaran tebengan. Kadang-kadang sok berfilosofi tuh rugi! Yang ada malah telat kampus, hahaha.

Bagaimanapun, si mbak Debbie ini punya salah satu fungsi lain selain sebagai transport, yaitu sebagai 'kotak-kaca' abnormalitas realita di Jakarta. Well, Jakarta-hampir-Depok sih. Mau merasakan kejamnya dunia? Penasaran gimana rasanya jadi ikan sarden? Pengen up to date soal modus pencopetan dan hipnotis? NAIKLAH DEBORAH.

Tapi gitu-gitu, Deborah lucu juga lho. Sekarang kan hampir TIDAK ADA kernet yang manusiawi. Nah, suatu kali, pernah gue menemukan kernet yang baik hati, ramah, dan hampir-tidak-punya kecenderungan untuk melakukan pelecehan seksual seperti kernet lainnya. Dan apa yang terjadi sama dia? Tidak lain dialah yang dilecehkan penumpang. Dan penumpangnya, si peleceh itu, tidak lain adalah seorang BAPAK-BAPAK!

Whack! Gue yang duduk di deret paling belakang cuma senyum-senyum goblok campur shock, ketika melihat si peleceh menyentuh bagian-bagian tubuh si kernet. Dan kayanya yang sadar emang cuma gue plus si kernet deh. Walhasil, yang ketawa-ketawa ngeliat gimana si kernet ngerjain balik si bapak-bapak peleceh (dengan mencolek-colek kepala si bapak, terus langsung berdiri di pintu belakang dan belagak gak ngapa-ngapain) ya cuma gue.

Hahaha.. Dunia kok jungkir balik?

Dan dua hari yang lalu, gue naik Deborah lagi, dan shock juga ketika menyadari kalau ada orang yang berdiri di depan gue, memakai setelan abu-abu seperti pegawai negeri, dengan topi pet warna biru tua, dan berwajah mirip PRAMOEDYA ANANTA TOER, sebelum gue inget kalau dia udah berpulang. Huhu. Nah, diliat-liat ini bapak-bapak kok jadi mirip Koesalah Soebagyo Toer? Gue lalu mencolek-colek temen gue, yang cuma dibales pandangan "apaan, sih?".

Lalu gue inget. Pramoedya kan rumahnya di Utan Kayu? Utan Kayu bukannya di Depok? BERARTI, jangan-jangan orang ini betulan Koesalah??

"Ngaco loe, mana mungkin dia naik Deborah?" kata temen gue, tapi kita berdua akhirnya jadi ngikutin bapak-bapak itu sih. Nah, kami berdua lalu pergi, ke rumah salah seorang sahabat baik, dengan senang hati, merasa si bapak-bapak tadi betul-betul Koesalah.

Bertemu Om Budi, Ayah sahabat kami itu, kami langsung heboh dan menceritakan pengalaman kami di Deborah tadi. Sayangnya, harapan kami hancur.

"Hei, Utan Kayu itu bukan di Depok. Di Jakarta Timur.."

&*%$#!(~#$@*&(*)

Deborah oh deborah...
Sebentar lagi aku kembali ke rutinitasku... Huhu..

- M O O N Y

1 komentar:

Urip Herdiman Kambali mengatakan...

Huahaha...:-) Yeah, Utan Kayu itu di Jalan Utan Kayu, Jakarta Timur. Dekat kampus UI lama diRawamangun.Dulu kampus gue di situ tuh.