Ini yang namanya murni buang-buang waktu.
Semester ini gue dapet satu mata kuliah yang kalau diperibahasakan itu kurang lebih adalah "Bagai mengukir di atas air" saking gak mudengnya gue :( , dan mata kuliah itu adalaaah...... :
Betul. Filsafat Ilmu Sosial. Dan betul, belajar ilmu sosial aja udah sulit, ini ditambah lagi dengan kerangka pemikiran ilmu sosial. Istilahnya, kalau menurut saya, itu sama aja kayak belajar ilmunya ilmu. Atau akarnya ilmu.
Aah.. satu-satunya kegiatan menyenangkan dari kuliah ini, selain bebas ngebacot-sotoy *kalau kata dosennya*, adalah menemukan quotation yang sungguh ciamik dari para pemikir. Dan serius, kalau ada cabang ilmu yang gue kagumi sampai sekarang itu adalah filsafat, saking absurdnya ilmu itu. Bahkan rasanya lebih mudah memahami fisika ketimbang filsafat!
Oke. Satu hal yang menyenangkan dari filsafat ini adalah menganalisa bagaimana bentukan kata-kata tertentu bisa men-simplifikasi-kan NJELIMEETnya pemikiran manusia. Ingat materialisme dialektika Hegel? Dan betapa oh-shit nya Hegel karena bisa menjelaskan tahap menuju kesempurnaan pemikiran melalui proses tesis dan antitesis?
Jadi minggu ini ceritanya gue menemukan keajaiban-simplikfikasi-pemikiran-lewat-kata-kata itu dalam sebuah quote 'mantap' oleh Karl Popper.
"..we want more than mere truth, what we look for is interesting truth, truth which is hard to come by.."
Lanjuut. Interesting truth itu, kata Popper lagi, adalah truth yang punya "high degree of explanatory power" yang secara paradoksal mengimplikasikan tingginya probabilitas kekeliruan.
................................%^*(&^@!#?><)(~!!!!!
KENAPA YA ada ajaa orang-orang yang diberkahi kekuatan untuk mendayagunakan otak mereka lebih dari sekitar 3%, yang katanya kemampuan manusia normal? Kenapa ada manusia-manusia abnormal macam Popper begini?
Lebih-lebih lagi, keajaiban kata untuk menjelaskan sesuatu itu lho!! Ketika manusia lain bisa kehabisan kata untuk menjelaskan sesuatu yang besar, 'mereka' dengan enaknya tinggal menjelaskan hal besar itu dengan kata-kata sesimpel mungkin!
4 komentar:
Kalau bisa disederhanakan, kenapa harus dipersulit?
Tetapi birokrat akan bilang, kalau bisa dipersulit, kenap harus dipermudah?
Hahaha... Salam ya untuk Eyang Karl Raimund Popper itu.
moli nyeremin hahaa. ihh mbak mol, bahasany beraat x)
mungkin bisa bantu dikit lg ni:
let's say the interesting truth tu truth yang ditetapkan tuk berlaku kapan aja di mana aja. Itu artinya kalopun selama puluhan, ratusan, atau bahkan ribuan tahun truth itu memang terbukti berlaku, tapi tetap aja probabilitas dia untuk salah masih tinggi, karena dia masih bisa salah di masa depan yg tak terhingga.
jd, Popper bisa make sense jg. Tapi, gw setuju tu ttg hegel, emang he is full of nonsense hehehe. Anyway, glad to know there's comment for the class.
Posting Komentar