Karena menulis tentang kesan di tahun 2012 sudah terlambat, sementara untuk menuliskan kesan di tahun 2013 jauh terlalu dini, saya memutuskan tulisan ini tidak ada pijakan kurun waktunya. Hanya semacam usaha untuk mulai menulis kembali saja, setelah berbulan-bulan merasa otak dan jari lumpuh oleh (sebut saja) rutinitas.
Bukan apa-apa, saya bukannya benci pergi bekerja setiap hari. Saya cuma semakin yakin saya tidak bisa kompromi dengan kenyataan bahwa saya mesti berjejalan dengan ratusan manusia setiap pagi dan sore, merasa sedang mengejar sesuatu yang tak sudah-sudah. Seperti gambaran ular Ouroboros yang memakan ekornya sendiri, seperti itu pula perasaan saya setiap hari.
Singkat cerita, saya berhasil melarikan diri. Tindakan tidak terpuji yang untuk melakukannya ternyata terasa sulit. Namun saya sendiri sering terheran-heran kini karena ternyata saya tidak merindukannya sama sekali. 2013 pun tidak buang-buang waktu untuk membayar semua hal yang terjadi pada tahun sebelumnya. Satu per satu masalah menyelesaikan diri-dirinya sendiri. Orang-orang datang, pergi, lalu datang lagi. Dan rasanya saya telah menemukan diri saya lagi.
Suatu hari, seraya menonton televisi, seorang teman berkata bahwa pada usia ini--alias 20an, memang usia ternyampah. Saya ragu bahwa fase dan perasaan "nyampah" ini akan pernah usai (memangnya apa sih hal yang begitu penting yang pernah saya lakukan untuk kemaslahatan umat manusia?), tapi setelah saya membaca lagi tulisan-tulisan sejak SMA dan awal-awal kuliah dulu, saya teringat bahwa saya memang tak pernah punya ambisi yang muluk selain menjadi... bebas.
Dan inilah saya. Tidak ada lagi kewajiban untuk mengerjakan makalah dan memenuhi kuota absensi. Tidak ada lagi yang mengharuskan saya naik bus dan kereta setiap pagi untuk kemudian duduk menghadap komputer selama hampir delapan jam tanpa henti. Tidak ada lagi kiat-kiat memasang ekspresi tanpa esensi. Dan tidak ada lagi pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan setengah hati.
Bebas dan tak-bebas bisa diperdebatkan lagi. Namun dalam takaran tertentu, bebas itu ada dan nyata, bukan sekadar utopia. Saya kini merasakannya dari ujung kaki hingga kepala.
-M O O N Y
(To) lie down and get lazy, set all of your senses free. This is the time.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar