Kamis, 17 Agustus 2023

Hey man, who are you singing this song for?

Dia yang melempar nama ke udara/ yang berpahala dan berdosa/ bawa bebanmu, yang berduyun-duyun meyakini sabdamu/ dan mereka yang menanggalkan kepercayaannya, meninggalkanmu sepenuhnya/ menciptakan dosa-dosa berikutnya.

Aku tidak pernah suka ketika segala sesuatu dijelaskan untuk menjadi ketetapan/ aku tinggalkan sepenuhnya meja itu/ beberapa di antara mereka membatu, di bawah gedung dan di dalam buku/ selamanya duduk semeja bersama.

Mataku memicing di bawah matahari yang terik dan percakapan di bawah jemuran setengah kering/ barangkali itu sebabnya aku bukan siapa-siapa/ ada yang semestinya memang bertanya ke dalam dirinya sendiri, bukan ke sesama fakir.

Tanganmu terkepal ke udara/ aku ingin menangis/ karena rasa muak yang menggelegak/ It's just an administrative unit, a glorified municipality/ Why do we imbue it with esoteric meaning and protect it with nuclear bombs/ I can't bow down (to any institutions), it's just not intelligent. 

Di mana-mana sama saja/ tulang dan ruas jari kaki seakan tidak ada gunanya/ kau tidak tahu kapan, kapan/ jiwa ini terakhir merdeka.

Tidak ada komentar: