Aku tidak pernah suka ketika segala sesuatu dijelaskan untuk menjadi ketetapan/ aku tinggalkan sepenuhnya meja itu/ beberapa di antara mereka membatu, di bawah gedung dan di dalam buku/ selamanya duduk semeja bersama.
Mataku memicing di bawah matahari yang terik dan percakapan di bawah jemuran setengah kering/ barangkali itu sebabnya aku bukan siapa-siapa/ ada yang semestinya memang bertanya ke dalam dirinya sendiri, bukan ke sesama fakir.
Tanganmu terkepal ke udara/ aku ingin menangis/ karena rasa muak yang menggelegak/ It's just an administrative unit, a glorified municipality/ Why do we imbue it with esoteric meaning and protect it with nuclear bombs/ I can't bow down (to any institutions), it's just not intelligent.
Di mana-mana sama saja/ tulang dan ruas jari kaki seakan tidak ada gunanya/ kau tidak tahu kapan, kapan/ jiwa ini terakhir merdeka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar