Sabtu, 19 Januari 2008

fobihagia*

: kucing, kodok. thanks for appreciating me that much. i know i'm way too far from whatever you always think i am..




"And so it is. Just like you said it would be. Life goes easy on me. Most of the time...**"

HECK, life goes easy for most of the time, but for some other time, life sucks and brings you to the highest level of desperation!

Terus kenapa dibahas terus sih?
Jadi begini, lately i came up with this idea. The idea that pains make you real. Dulu selalu aja mikir, kalau kesedihan harus ditanggapi dengan cermat, waswas, seperti tamu yang datang mengetuk pintu. Lihat-lihat, dia datang seperti apa, itikadnya apa, akan datang sebentar atau lama?

Karena gue takut..
There's always two sides on everything.
Dualisme, one concept that i hailed to.
Bahwa "kegembiraan dan kesedihan ternyata dekat, seperti gelap dan terang yang selalu bertukar tempat.***"


"Katanya elo mempersiapkan diri untuk datangnya kebahagiaan? Tapi kalau setiap kebahagiaan yang dateng elo anggep sebagai ujian, kapan mau bahagianya?"

Hah.

Ada orang-orang yang kadang gak paham kalau kebahagiaan-kebahagiaan kecil jauh lebih menyenangkan. Ngeliat awan berbentuk jerapah di hari yang cerah, makan es krim sambil nonton tv, jalan kaki sore-sore sendirian ke Indomart, dan sebagainya. So why bother? Life's already hard as it is..

Lagipula..
"Hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis yang banyak.****Sesungguhnya tangisan itu melembutkan hati.."


-M O O N Y

* akronim dari fobia-bahagia
** The Blower's Daughter-Damien Rice's Song
*** Rambut Ikal-Acep Zamzam Noor's Poem
**** QS At-Taubah : 82

Sabtu, 17 November 2007

mtarealsisme-daileikita

Materialisme dialektika, hahaha. Ade ade aje dah kerjaan gue malem-malem.. Berniat ngerjain tugas, eh malah terpesona ama pemikiran kontradiktifnya marx tentang kontradiksi.. Omong-omong soal kontradiksi, jadi inget ama ada orang yang seneng banget denger kata itu..

Yah, kalau emang pemikiran manusia selalu menuju tahap kesempurnaan dengan selalu membuat kontradiksi dari setiap pemikirannya, bagaimana manusia bisa mengambil sikap? Jadi bingung, kadang-kadang ngerasa pikiran itu sangat abstrak, dan ujung-ujungnya malah jadi amazed sama bagaimana pikiran itu bisa jadi jauuuuh sekali, hahaha. Tuh kan, bingung, tadi mikir apa yah?

Oh, iya, jadi.. menurut Hegel, dari setiap tesis akan ada antitesis. Lalu muncul sintesis. Sintesis akan berubah menjadi tesis lagi. Wah, ini orang hebat sekali. Merumuskan njelimetnya keabstrakan tahap berpikir manusia dengan kalimat sesimpel itu. Hail to Hegel!!

Tapi bukankah yang paling penting bagaimana manusia mengambil sikap? Bukankah mencari kesempurnaan berarti ketidakkonsistenan? Dan kenapa sih... I'm tired of hearing that words over and over.. The seeking of perfection.. Bah! No such thing!

Tahap pemikiran yang meningkat, menjadi lebih baik, mengkoreksi apa-apa yang dianggap salah, setujuu! Tapi semua pencarian itu menuju kesempurnaan pemikiran? Kesempurnaan itu milik yang di Atas..

Yak, cukup deh blablablanya. Gue aja eneg kok. Yang jelas satu, kalo kelamaan gak blablabla kenapa jadi susah blablabla yah? Bulan purnama kapan yah?




- MOONY
*all of your sorrow, maybe tomorrow will fade away in the end...
golden horse-maybe tomorrow

Jumat, 09 November 2007

mood-maker of the week

The Heart of Life-John Mayer

..pain throws your heart to the ground
love turns the whole thing around
no it wont all go the way it should
but i know the heart of life is good

..pain throws your heart to the ground
love turns the whole thing around
fear is a friend who is misunderstood
but i know the heart of life is good

Jumat, 19 Oktober 2007

Obsesif kompulsifkah ini?

Cuma pengen cepet-cepet lulus dan melihat langsung pemandangan seperti ini dengan mata kepala sendiri!

Suddenly i woke up in silence and realized, DAMN! Baru taun pertama? Semester pertama? UTS pertama? OH NO!



-MOONY
Desperately needs time machine.





Kamis, 11 Oktober 2007

PULANG

i just love the word : pulang. dan siapa sih yg enggak? dari anak tk sampe mahasiswa juga kalo denger kata itu histerianya sama.

barusan baca suatu artikel yang menarik sekali.. di kompas minggu kemaren, yg ngebahas soal mudik.

..pulang adalah lawan dari kata pergi. kalau kata pergi bisa memiliki banyak tujuan dan bahkan bisa tak tentu kemana, kata pulang hanya memiliki satu tujuan..

judul novelnya happy salma. judul lagunya float. judul lagunya michael buble *setelah ditranslate*.. semua orang emang pengen pulang yah..


-MOONY
diantara euforia mudik lebaran dan mabok summer berries haagen-dazs

Selasa, 02 Oktober 2007

snapshot of the week!

neurotic sisters..
Seemed like the happiest moment of the week! :)
I really wish there're more times like this..

Duduk+Free Time+Keyboard=Nglaras pikir

Kalau Pram bilang, dia terbakar amarahnya sendiri, gitu. Tapi gue sih gak terbakar amarah sendiri. Gue terbakar.. apa yah? Ah, gak boleh bakar-bakar lah.. puasa gitu lho. (gak nyambung).

Gue sangat-amat-teramat mengagumi Pram lebih dr siapapun, tapi mungkin setelah baca buku kumpulan wawancaranya itu, i just realized something : Pram itu terlalu rasional.

Kalo di film Before Sunset, Julie Delpy bilang tuh, " If you don't believe in something magical, you basically just the same as dead." atau kirakira begitu deh. Pram bilang, berdoa sama dengan mengemis, dan cinta itu ternak (2 hal itu yang paling gue inget). Dan surga, katanya, gak lebih dari produk otak manusia. Lebih keras (dan lebih ekstrim) lagi, beliau bilang, segala hal yang menggunakan bahasa manusia adalah produk otak manusia.

Nah, rasional atau malah cynical tuh?

Untuk seseorang yang seumur hidupnya diasingkan, diperlakukan semenamena, dan tidak dihargai sebagaimana mestinya, mungkin gak aneh dia itu udah kehilangan yang namanya good-faith. Dan muncullah cap-cap untuk beliau, atheis lah, komunis lah..

Tapi...

Untuk orang secerdas dan sekritis beliau, i'm just saying that he's a truly cynical. Mengapa?

Semakin cerdas manusia, pasti semakin dia menyadari bahwa ada sesuatu yang besar, sesuatu yang tak bisa dijelaskan dengan bahasa manusia (seperti yang beliau katakan). Dan Pram sadar betul hal itu.

Lagipula, doa itu naluri, bukan? Setiap manusia memiliki naluri. Ketika anda berharap, ketika anda mengucapkan sesuatu, maka itulah doa.. Dan maaf, eyang Pram, ketika anda mengatakan bahwa segala yang menggunakan bahasa manusia adalah produk otak manusia, sesungguhnya anda saya anggap benarbenar memahami hakikat keTuhanan yang sesungguhnya. Bahwa segala sesuatunya begitu sakral, sehingga bahkan manusia pun tak sanggup mengujarkannya..

Bagaimanapun, anda tetap menyuruh anakanak anda belajar ibadah kan? (i believe i read that somewhere)

Ah, mari anggap begitu. Jadi orangorang kan tidak akan nge-cap anda yang tidak semestinya lagi.. Anda Pramis, bukan lainlain. Begitu kan lebih baik..:)