Sabtu, 03 Mei 2008

Resmi Sudah : Saya Benci Acara Keluarga

Kayaknya judul ini agak berlebihan dan bikin sebel buat sebagian orang yah. Wajar sih, banyak orang (well, at least people i know) pengen sering-sering kumpul sama keluarga besarnya, tapi dihalangi ama kendala-kendala jarak maupun waktu.

Mudah-mudahan dengan membaca ini mereka menyadari bahwa mereka sebenarnya beruntung! Hahahahahaha.

3 HAL YANG SAYA BENCI DARI ACARA KELUARGA

1. Fakta bahwa kita harus hadir-hanya untuk mengalami teror mental.
Aah, come on! Haruskah setiap tetua menanyakan hal yang sama dari tahun ke tahun? "Kuliah dimana?", "Jurusan apa?", "Semester berapa?", atau bahkan "Udah punya pacar belum?". Geez, mereka tuh nanya karena peduli atau emang cuma nosy? Logikanya kan,kalo emang bener-bener peduli, mereka hafal dong jawabannya, dan ngerti progressnya dari tahun ke tahun. Apa harus anak-anak muda aja yang ngafalin mereka, dan mereka enggak harus sopan ke anak muda secara timbal balik?

2. Anak-anak kecil.
Sebenarnya saya bukanlah pembenci anak-anak. Beberapa orang pasti tahu saya si tante-girang, secara harafiah, lho :). Saya pemuja makhluk-makhluk bernama balita dengan pipi-pipi tembem seperti Dulce Maria. Tapi adakah yang tahu betapa lengketnya lantai rumah kalau banyak anak kecil berkeliaran? Serius deh, mereka abis jalan-jalan dari mana aja sih? Atau telapak kaki mereka secara misterius mengeluarkan enzim super-lengket ya?

3. Lagu-lagu 'ethnical'-siksaan tanpa henti.
Hmmph. Yang ini tiada bandingannya deh. Sesi lagu-lagu padang ini, yang biasanya sepaket dengan karaoke dan line dance, dimulai saat hari siang menjelang sore. Tahu kan, lazimnya itu waktu-waktu di saat perut kekenyangan dan mata mulai berat. Yang paling saya inginkan hanya tidur-tiduran di depan TV bersama sepupu-sepupu lainnya, sambil nonton acara apapun yang bisa bikin ketawa. Tapi tidak, kebahagiaan itu hanya utopis. Angan- angan semacam itu kerap kali rusak dengan teriakan salah satu tante (kalau bisa yang paling galak), "OOOI, ANAK-ANAK GADIIS!!". Celaka dua belas. Teriakan ini akan direspons dengan tiga tindakan. Pertama, saudara-saudara sepupu perempuan saya yang lebih tua akan pura-pura tidur. Kedua, tante saya yang berkomando tadi akan menangkap basah siapa saja yang masih terjaga untuk jadi umpan. Ketiga, saudara-saudara sepupu laki-laki saya akan tersenyum-senyum, "Ha-ha. Gotcha!".
*TOLOONG! INI DISKRIMINASI!*

Tambahan, jika anda di posisi saya, anda akan mengalami perasaan yang tercabik-cabik ketika
melihat para tetua dengan khidmat menyanyikan lagu minang dengan mata setengah terpejam, dan setelah lagunya selesai dan anda baru saja akan menarik napas lega, mereka berkata, "Diulang sekali lagi, ya? Lagunya bagus..", padahal ITU LAGU YANG SAMA YANG SELALU MEREKA NYANYIKAN SELAMA DUA TAHUN BELAKANGAN SETIAP ADA ACARA KELUARGA!!!!!

Tambahan lagi, lagu itu akan diulang untuk dinyanyikan, tapi dengan formasi penyanyi yang berbeda. Misalnya, versi 1 dinyanyikan oleh tante A dan tante B, nanti versi 2 akan dinyanyikan oleh tante C dan tante D. Begitu seterusnya.

Sumpah. Yang anda inginkan hanya sesi head-banging tanpa henti, kalau bisa sampai anda amnesia dan lupa kalau keluarga neurotik di hadapan anda adalah keluarga anda sendiri.


Aaah. Tapi keluarga itu penting, Maulida. Ingat, "Harta yang paling berharga adalah keluarga.."-atau apa deh itu, theme song Keluarga Cemara-nya Arswendo Atmowiloto di RCTI jaman saya SD. Tapi tetap saja, saya mau GILA.

Bagi non-padang di luar sana, bersyukurlah!!


-M O O N Y
yang baru saja menghabiskan hari pada suatu acara lamaran sepupunya dan mulai berpikir untuk pindah identitas etnis saja.


3 komentar:

Nico Wijaya mengatakan...

Brarti gw harus bersyukur ya?
Alhamdulillah gw dilahirkan dr keluarga palembang n jawa:D

angga angelina mengatakan...

masa' sih samp segitu tersiksanya? untung aja tante2 gw gada yg ky gtuh.. emg sih poin trakhir akan terjadi dmn ajja.. but, y padang? i mean, kok acara keluarag bikin lo pgn pindah etnis? justru lo mau di etnis manapun, acara keluarga bakalan ada... justru lo cewek, padang pula, musti kudu bsukur... krn padang materinial.. jadi marga dan harta serta garis keturunan keluarga akan berjalan melalui elo.... be proud of your culture say, don't judge something just because u don't like it..

astrid savitri mengatakan...

Pindah etnis??

Bwahaha..original bgt tuh kalimatnya!

Tp rumput tetangga selalu lebih hijau, kan?? soalnya sy (yg dikelilingi adat Jawa) malah suka ngiri sama adat minang yg kayaknya cool & rame banget:)