Dulu saya bertanya pada Ibu saya kalau-kalau ia pernah mendengar sebuah lagu yang lebih menyedihkan dari duet Utha Likumahuwa dan Trie Utami dalam Mungkinkah Terjadi. Sepertinya ya, jawab beliau. Judulnya Ayah, tapi saya lupa Ibu bilang penyanyinya siapa. Tapi, bu, bisakah lagu menjadi sesuatu yang begitu membuat depresi walau terlepas dari memori? Barangkali saya khawatir kita selamanya tetap tak bebas dari dugaan dan asumsi. Atau barangkali kita memanglah gabungan dari seluruh kehidupan yang telah kita jalani. We are the sum of our lives, kata Ethan Hawke di Before Sunset.
Ibu, kenapa orang suka berandai-andai, berharap waktu berjalan lima detik lebih cepat atau lebih lambat agar segala sesuatu lain jadinya? Rasa-rasanya, seperti banyak hal lain yang bisa kita cerna dalam makna dan rasa, memang banyak sekali hal yang tidak berjalan linear. Coba, tanya Ibu, berapa kali kau temukan dirimu menangis bahagia atau tertawa karena kesedihan yang tragis?
Dan seperti banyak hal yang sulit kau mengerti, pun banyak yang tak tersampaikan. Seperti cinta juga yang tak linear dengan bahagia, dengan merdeka. Kata Ibu, kadang-kadang sebatas bertukar udara dan sinar matahari yang sama sudah cukup, karena tak tahukah kamu semesta mendukungmu (jika kamu percaya)?
***
Tentang cinta yang menjadi rasa takutmu; mengejan dalam mimpimu; sengit dan selalu menikammu; setajam kebencianku padamu; memaksamu membunuh; mengejar dan terus mengikatmu.
Jika saja ada jendela dan segelas soda.
Tentang cinta yang membusuk di lagu-lagu; betapa ku merindukanmu; benci dan kelam membisu; tak juga habis-habis.
Tak ‘kan juga habis-habis.
***
Di antara banyak musisi yang mengingatkan betapa mengganggunya cinta, barangkali melancholic bitch bisa dianggap paling berhasil. Karena benar, tentu saja, cinta mengganggumu dalam seluruh level kesadaranmu—lalu kau mabuk untuk lari dari itu. Karena setiap kau nyalakan teve/radio/komputer di situ selalu ada cinta dengan segala jenisnya.
Syukurlah cinta tak perlu wiski atau bir oplosan.
Tapi barangkali cinta perlu warna yang lain selain merah muda. Mungkin biru tua, hitam, atau abu-abu.
***
00.12 am, 25 Desember 2010
2 komentar:
ciyeh moli ngomongin cintah!
*suit suitttttt....*
salam dari bang ugo
iya, kangen pengen nonton melbi live. (sok, padahal baru nonton sekali dan cuma pengen manas-manasin).
ah ga mau salam dari ugo ah, udah pernah ketemu waktu itu di ruru..
(makin sok dan makin manas-manasin, hahahahahahahahaha)
Posting Komentar