Senin, 18 November 2019

Balthasar

Karena pekerjaanku dan naluri keingintahuanku, aku juga membaca buku tentang beragam agama, juga tentang kepercayaan-kepercayaan Yunani dan Romawi kuno. Maka kami pun mulai membandingkan pandangan-pandangan yang baik dari semua keyakinan ini, meski tentu saja tak satu pun di antara kami yang saling mengkritik agama kami masing-masing.

Namun, ketika di tengah pembicaraan kami kukatakan bahwa salah satu pandangan orang Kristen yang paling indah adalah, "Cintailah tetanggamu seperti kau mencintai dirimu sendiri", aku memerhatikan betapa Maimoun tampak ragu. Aku mendesaknya untuk mengatakan padaku apa yang sedang dipikirkannya, atas nama persahabatan kami dan untuk berbagi keraguan kami.

"Selintas," ujarnya, "ujaran itu tampaknya tak mungkin dicela. Lagi pula, sebelum diambil alih Yesus, ujaran serupa juga terdapat dalam Leviticus, bab 19, ayat 18. Meski demikian, aku memiliki beberapa keraguan tentang itu."

"Apa itu?"

"Melihat bagaimana sebagian besar orang mencari penghidupan dengan kepandaian mereka, aku tak ingin mereka mencintaiku seperti mereka mencintai diri mereka sendiri."

Aku baru saja akan menjawab, tetapi ia lalu mengangkat tangannya.

"Tunggu. Ada hal lain, sesuatu yang lebih mengkhawatirkan, menurutku. Sebagian orang menerjemahkan ujaran ini dengan sikap yang cenderung angkuh ketimbang dengan keluhuran budi. Mereka akan menafsirkan ujaran itu seraya berkata: Apa yang bagus untukmu bagus juga untuk orang lain. Andai kau mengetahui kebenaran, kau juga harus melakukan apa pun untuk menyelamatkan domba yang tersesat dan mengembalikan mereka ke jalan yang benar. Dari situlah asal-muasal pembaptisan paksa yang dilakukan terhadap leluhurku di Toledo pada masa lampau. Aku mendengar sendiri kalimat itu lebih sering dikutip oleh para serigala-serigala daripada oleh domba-domba. Jadi, maafkan aku--aku meragukannya."

"Kau mengejutkanku. Dan aku masih belum tahu apakah aku sepakat denganmu atau tidak. Aku akan merenungkannya. Aku selalu menganggapnya sebagai ujaran paling indah ...."

"Jika kau mencari ucapan terindah yang akan ditemukan dari semua ajaran agama, ucapan terindah yang pernah keluar dari bibir seorang lelaki, bukan yang itu. Yang kumaksud adalah perkataan yang juga diucapkan oleh Yesus, meski tidak dikutip dari Alkitab. Ia hanya mendengarkan kata hatinya sendiri."

Apakah ucapan itu? Aku menanti. Maimoun berhenti sejenak untuk menekankan ketakziman pernyataannya.

"Biarlah yang tak berdosa di antara kalian yang pertama kali melempar batu."

- Balthasar's Odyssey hal. 113-114

Tidak ada komentar: