Sabtu, 01 September 2012

Supernova

Supernova, saya mulai malas pergi melayat. Saya sedih melihat orang-orang berdukacita akan sesuatu yang seharusnya membahagiakan.  
>> Saya juga malas, dengan alasan yang sama. Tapi pergilah untuk orang-orang yang merasa ditinggalkan itu. Anggaplah mereka menangis karena diri mereka belum terbangun dari mimpi sementara yang mati sudah. Sama malasnya saya pergi ke resepsi pernikahan. Kebanyakan dari mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Dan orang-orang malah turut bersukacita. Yang jelas mereka memang membutuhkan doa. Banyak doa. Datanglah untuk berdoa. 
Supernova, saya suka sekali membaca artikel Anda tentang budaya pop dan post-modernisme. Dari artikel-artikel Anda selama ini, apakah Anda sadar bahwa Anda adalah seorang post-strukturalis? Anda menentang semua struktur. 
>> Saya post terhadap apa pun yang Anda pegang tahun lalu, kemarin, bahkan detik yang barusan lewat. Kita sedang berevolusi. Anda bisa memperlancar prosesnya dengan berhenti menggolong-golongkan. Jangan repot-repot.
Supernova, kebencian dan ketakutan saya pada ortu saya tidak tertolong lagi. Saya tidak tahu mesti ngapain. Saya baru sadar, saya TIDAK TAHU APA-APA. Tidak bertujuan. Tidak punya cita-cita. Bertahun-tahun saya dibesarkan dan saya cuma bisa menghabiskan oksigen. Entah apa saja yang mereka jejalkan dalam otak saya. Mungkin cuma kentut. Jangan salahkan saya kalau saya lebih doyan drugs. Mereka yang marah-marah itu tidak tahu enaknya drugs dan sucks-nya hidup. Bisanya cuma masukin anak ke RSKO. Bolehkah saya ketemu kamu, Supernova? Saya mau kerja apa saja untuk kamu. Saya ingin jadi bermanfaat. 
>> Di Supernova, pikiran kamu didisinfeksi. Infeksi pertama yang harus kamu sembuhkan adalah: kebencian dan ketakutan kamu. Bukan pada orang tua kamu. Tapi pada diri kamu sendiri. Satu-satunya yang tidak diajarkan padamu adalah mengenal diri sendiri. Karena itu kamu benci dan takut kepada hidup. Satu-satunya hal yang dilakukan drugs untuk kamu adalah meminjamkan seremah surga dengan bayaran segumpal sel otak. Transaksi yang sama sekali tidak sepadan. Solusi yang benar-benar destruktif. Otak kamu dapat disegarkan tanpa harus dirusak fungsinya. Tergantung apa yang kamu pikirkan--yang MAU kamu pikirkan. Satu-satunya manfaat yang bisa kamu berikan pada Supernova adalah meledak bersama. Ledakkan pikiranmu. Segarkanlah ia dari virus-virus yang membuat arus hidup ini mampat. Supernova ada di mana-mana. Saya, kamu, kita lebih LUAS dari yang kamu duga. Jadi, percayalah, kehadiranmu di sini adalah manfaat terbesar. Tanpa kita harus bertemu muka. 
Supernova, kamu adalah VIRUS!! 
>> Memang. Baru sadar?


Re-reading all Supernovas and finding out that this paragraph pretty much sums up what I feel toward these books.  

Tidak ada komentar: